Saturday, May 26, 2018

MAKALAH E-COMMERCE

E-COMMERCE DALAM PEMANFAATAN SIM


1.      DEFINISI  E-COMMERCE
Perdagangan elektronik atau e-commerce adalah pengunaan jaringan komunikasi dari computer untuk melaksanakan proses bisnis. Perdagangan popular dari e-commerce adalah pengunaan internet dan computer dengan browser web  untuk membeli dan menjual produk. Meskipun pandangan ini tidak salah hanyalah merupakan bagian kecil dari e-commerce. Sebagian besar e-commerce terjadi antar bisnis, dan bukan antara bisnis dengan konsumen.
E-commerce bisnis ke konsumen ( business to consumer ) adalah perkembangna yang terakhir, dan tampaknya semua orang berselancar diinternet untuk membeli buku-buku dan musik. Penjualan bisnis ke konsumen sangat kecil jumlahnya jika dibandingkan dengan penjualan bisnis ke bisnis, namun hal itu masih mencerminkan satu peluang bagi pertumbuhan dan laba yang besar. Perusahaan harus memahami peranan yang dimainkan oleh Internet dan world wide web dalam memberikan infrastruktur yang dibutuhkan bagi keberadaan e-commerce.

A.      E-commerce Diluar Batas Perusahaan
Akan bermanfaat jika kita membedakan dua jenis e-commerce yang terjadi dengan entitas diluar batas perusahaan. E-commerce bisnis ke konsumen ( bisnis to consumer-B2C ) mengacu pada transaksi-transaksi yang terjadi antara sebuah bisnis dan konsumen akhir produk ; E-commerce bisnis ke konsumen ( bisnis to consumer-B2C ) mengacu pada transaksi antar bisnis dimana tidak ada pihak yang menjadi konsumen akhir. Sebagai contoh, dalam rantai distribusi dari produsen ke distributor ke toko eceran ke konsumen, seluruh transaksi dari satu entitas ke entitas lainnya adalah B2B sampai transaksi terjadi antara toko eceran dengan konsumen, yang menerapkan transaksi B2C.
Transaksi B2B melibatkan jumlah orang yang relatif sedikit, biasanya mereka yang berada didalam kelompok layanan informasi dari perusahaan yang terpengaruh. Orang-orang yang terlibat dalam transaksi B2B biasanya sangat terlatih dalam penggunaan system informasi dan mengenal proses bisnis yang terpengaruh oleh transaksi tersebut. Karena transaksi terjadi antar bisnis jumlah transaksi B2B dapat relatif kecil tetapi dengan nilai yang cukup tinggi. Satu transaksi antara sebuah produsen dengan distributor dapat menyangkut ribuan unit produk dan nilai jutaan dollar.
Konsumen mungkin tidak memiliki keahlian dalam bidang teknologi informasi, sehingga situs web harus memberikan instruksi dan bantuan. Jika konsumen berkomunikasi dengan bisnis melalui koneksi telepon yang lambat, jumlah gambar yang ditampilkan mungkin perlu dikurangai. Cara pembayaran perlu dibuat dalam system B2C ( system B2B pada umumnya mendapatkan informasi pembayaran dalam system yang terpisah dari system perdagangan elektronik ). Semua perbedaan ini digabungkan sehingga mensyaratkan situs B2C memiliki waktu download yang cepat, intruksi untuk navigasi situs, kereta belanja yang dapat diisi dan dikurangai sebelum pembelian acktual, dan metode untuk menyimpan profil pengguna ( alamat, nomor kartu kredit, dan semacamnya ). Situs-situs seperti WWW.1800FLOWERS.COM, WWW.HOMEDEPOT.COM, WWW.USPS.GOP ( Jasa Pos AS ) telah dikenal oleh banyak peninjau situs web sebagai situs yang dirancang dengan cukup baik untuk transaksi B2C.

 B.      Manfaat Manfaat Yang Diharapkan Dari E-Commerce
Perusahaan melaksanakan ­e-commerce untuk dapat mencapai perbaikan organisasi secara keseluruhan. Perbaikan-perbaikan ini diharapkan merupakan hasil dari tiga manfaat utama :
·         Perbaikan layanan pelanggan sebelum, selama, dan setelah penjualan
·         Perbaikan hubungan dengan pemasok dan komunitas keuangan
·         Peningkatan imbal hasil ekonomis atas pemegang saham dan investasi pemilik
Manfaat-manfaat diatas akan memberikan kontribusi pada stabilitas kenguangan perusahaan dan memungkinkannya bersaing dengan lebih baik dalam dunia bisnis yang semakin luar menerapkan teknologi computer. Ingat bahwa peningkatan laba tidak termasuk kedalam manfaat yang diharapkan dari e-commerce. Laba adalah hasil dari sebuah orgasnisasi yang mencapai tujuannya ; e-commerce adalah sarana pendukung yang kuat yang dapat membantu organisasi mencapai tujuannya.

C.      Kendala-Kendala E-Commerce
Pada survey tahun 1996, 60% perusahaan memberikan respon menunjukkan bahwa mereka belum mengimplementasikan e-commerce dan tidak memiliki rencana untuk melakukan nya dalam waktu tiga tahun kedepan. Bahkan pada tahun 2004, Departemen perdagangan AS melaporkan bahwa hanya 2,3% dari seluruh penjualan retail kwartal 4 dilakukan dalam bentuk e-commerce. Perusahaan yang telah mengimplementasikan system menggunakannya terutama untuk melakukan transaksi dengan pemasok dan pelanggan ( pada tingkat sekitar 90 % ), dan proses-proses utama yang berhubungan dengan pesanan pembelian, transfer pembayaran, dan faktur.
Ketika ditanyai mengenai alasan dari kehati-hatiannya, perusahaan menyebutkan 3 kendala dengan urutan sebagai berikut :
·         Biaya yang tinggi
·         Kekhawatiran akan masalah keamanan
·         Peranti lunak yang belum mapan atau belum tersedia
Masing-masing kendala diatas akan semakin tertantang seiring dengan semakin populernya teknologi dan system informasi. Biaya sumber daya komputasi pada akhirnya akan menurun seperti yang telah diuraikan, Hukum Moor meramalkan penggandaan kekuatan computer setiap 18 bulan. Dengan berlipatnya kekuatan setiap 18 bulan, biaya e-commerce juga akan turun.
Keamanan adalah satu masalah bagi transaksi B2B dan B2C. perusahaan pada umumnya menggunakan jaringan telekomunikasi yang aman yang dimonitor terus menerus untuk akses yang tidak terotorisasi. Jaringan jaringan ini telah terbuktisangat aman bagi perusahaan-perusahaan besar. Dengan teknologi enkripsi yang ada sekarang dan situs web yang terjalin kemanannya, terdapat sedikit alasan untuk mengkhawatirkan adanya akses yang tidak terotorisasi atas informasi pelanggan. Pelanggan akan memiliki kemungkinan lebih besar menyebarkan informasi yang sensitive seperti nomor kartu kredit, dari tempat sampah daripada dari informasi yang terkomputerisasi di Internet.

D.     Ruang Lingkup E-Commerce
E-commerce bersifat dinamis dan ruang lingkup pengaruhnya dapat berubah dalam waktu hanya beberapa bulan. E-commerce menyumbang hampir $ 1,7 triliun untuk aktifitas perekonomian di Amerika Serikat selama tahun 2003. E-Commerce telah mencapai tingkat pertumbuhan tahunan lebih dari 15 % setiap tahunnya selama lima tahun terakhir. tingkat pertumbuhan ini dapat mengalami perlambatan  pada waktu tertentu, tetapi kemungkinan akan akan terus berlanjut selama beberapa tahun mendatang. jumlah dampak perekonomian akan bervariasi dari satu industri ke industri yang lain, tetapi kurang lebih  94 % e-commerce adalah B2B,menyisahkan 6 % untuk B2C.
Lebih dari 21 % penjualan pabrik produksi AS ($ 843 miliar) pada tahun 2003 merupakan hasil dari e-commerce. Hampir 17% penjualan dari distributor ($ 730 miliar) adalah e-commerce. Persentase e-commerce yang dilakukan sektor perdagangan eceran berada dikisaran 2 %. Ini hanya karena jumlah dolar penjualan eceran yang tinggi, jika dibandingkan dengan segmen-segmen industri yang lain, dengan B2C menyumbangkan lebih dari $ 69 miliar untuk aktvitas perdagangan elektronik AS pada tahun 2004.
E-commerce memiliki arti penting khususnya bagi beberapa segmen tertentu perekonomian AS karena memang menyumbangkan persentase dolar penjualan dalam jumlah besar dalam segmen-segmen tersebut. Tabel 3.1 menunjukkan beberapa contoh yang menyoroti dampak e-commerce dalam bidang-bidang tertentu. Perhatikan kenaikan persentase penjualan e-commerce  sebagai bagian  dari total penjualan AS sejak tahun 2000 hingga tahun 2003. Perdagangan elektronik telah mencapai kematangan hingga ke titik di mana ia menjadi suatu  yang vital bagi perekonomian, dan arti pentingnya juga akan terus berkembang.

E.      Jalan Menuju  E-commerce
Ketika sebuah perusahaan merasa bahwa manfaat yang diharapkan lebih besar daripada biaya dan memutuskan untuk mengimplementasikan e-commerce, perusahaan tersebut menyadari bahwa implementasi yang akan dilakukan bisa jadi merupakan suatu pekerjaan yang besar. Rencana bisnis strategis akan membakukan komitmen untuk menggunakan e-commerce guna meraih keunggulan kompetitif. Perusahaan pertama-tama harus memperoleh kecerdasan bisnis ( business intelegence ) sehingga perusahaan tersebut akan dapat memahami peranan potensial yang akan dimainkan oleh masing-masing unsur lingkungan.

2.      STRATEGI E-COMMERCE DAN SISTEM INTEROGANISASIONAL
Masalah dalam menentukan strategi e-commerce yang terbaik memiliki beberapa kemungkinan solusi. Namun, strategi yang paling sering disebut-sebut adalah strategi dimana unsur-unsur yang ada dikaitkan dengan transmisi dan elektronik. Nama yang diberikan untuk strategi ini adalah system interoganisasional ( interoganizational system- IOS ). Istilah yang sering digunakan untuk IOS adalah EDI, yang merupakan singkatan dari electronic data interchange ( pertukaran data elektronik ). Kedua istilah diatas sering kali saling bertukar penggunaan, tetapi jika ditarik satu garis perbedaan EDI dianggap sebagai sub kumpulan dari suatu system interorganisasional. Pertukaran data elektornik adalah salah satu cara untuk mendapatkan suatu interoganisasional ekstranet, yang serupa dengan internet tetapi terbatas hanya untuk mitra-mitra bisnis yang terpilih dan terpercaya, dibeberapa organisasi mulai menggantikan EDI.

Manfaat IOS
           Sekutu dagang dapat memasuki suatu kerja sama  IOS dengan harapan akan dapat merealisasikan dua manfaat penting : efisiensi komparatif dan kekuatan penawaran.

EFISIENSI KOMPARATIF
           Dengan bergabung dengan IOS, para sekutu dagang dapat memproduksi barang dan jasa dengan tingkat efisiensi yang lebih tinggi dan, selanjutnya, memberikan barang dan jasa dengan biaya yang lebih rendah kepada para pelanggannya. Hal ini memberikan para sekutu didalam IOS keunggualan harga diatas para pesaingnya.
·         Efisiensi internal terdiri atas perbaikan dalam operasi-operasi perusahaan itu sendiri, sehingga kemungkinan perusahaan mengumpulkan  dan menganalisis data dengan cepat dan mengambil keputusan dengan cara yang lebih cepat lagi.
·         Efiiensi interoganisasional meliputi perbaikan-perbaikan yang diperoleh melalui kerja sama dengan perusahaan-perusahaan lain. Perbaikan ini memungkinkan perusahaan menawarkan produk dan jasa, melayani lebih banyak pelanggan, memindahkan pekerjaan-pekerjaan tertentu kepada pemasok dan pelanggan, dan mengumpulkan data lingkungan dengan lebih mudah.
KEKUATAN PENAWARAN kemampuan sebuah perusahaan untuk menyelesaikan perselisihan dengan para pemasok dan pelanggannya demi keuntungan perusahaan itu sendiri disebut kekuatan penawaran ( bargaining power ). Kekuatan ini diambil dari 3 area dasar :
·         Fitur-fitur produk yang unik. Hubungan-hubungan elektronik IOS memungkinkan perusahaan menawarkan pelayanan yang lebih baik kepada para pelanggannya dalam bentuk penempatan pemesanan yang lebih mudah, pengiriman yang lebih cepat, dan waktu respon yang lebih cepat dalam permintaan informasi.
·         Menurunkan biaya-biaya yang berhubungan dengan penelitian. Dengan tergabung dalam suatu IOS, perusahaan dapat menurunkan biaya ‘’ belanja’’ yang ditanggung oleh para pelanggannya dalam mencari pemasok, mengidentifikasikan produk-produk alternative, dan mendapatkan harga yang lebih murah.
·         Meningkatkan biaya perpindahan. IOS mencapai manfaat ini dengan memberikan para pelanggannya sumber daya informasi seperti perabti keras, peranti lunak, dan saluran komunikasi data yang akan harus diganti jika pelanggan membeli produk dari perusahaan lain.

LANGKAH E-COMMERCE BERIKUTNYA

Perdagangan bergerak
          Perdagangan bergerak ( mobile commerce atau m-commerce ) adalah penggunaan telephone seluler dan asisten digital pribadi ( personal digital assistant-PDA ) untuk melakukan commerce nirkabel.

Nirkabel Berkelas Bisnis di Semua Tempat
          Hot Spot Internet nirkabel cukup memadai untuk menggunakan web umum maupun pribadi, namun meriksa email disebuah kedai kopi starbuck adalah suatau cara yang kurang memadai bagi para professional bisnis. Hot spot biasanya diciptakan dengan menggunakan suatu koneksi kabel ( untuk kecepatan koneksinya yang tinggi ) dan kemudian di pancarkan melalui sebuah poin akses nirkabel atau suatu wilayah yang kurang lebih berjarak 100 Meter dari poin akses tersebut. Ketergantungan pada sambungan komunikasi kabel dan kecilnya cakupan jarak oleh suatu poin nirkabel menjadikan akses nirkabel secara terus menerus mustahil untuk dilakukan. Komunikasi nirkabel yang kecepatannya cukup memadai melalui penyedia jasa komunikasi yang sama dengan telepon seluler akan memungkinkan terciptanya komputasi nirkabel berkelas bisnis hampir disemua tempat.

No comments:

Post a Comment