MAKALAH
DASAR-DASAR
INTELEGENSI BISNIS
Disusun Oleh :
Andikha (1561201186)
Linsintia Widuri (1561201189)
Tria Aprilia (1561201016)
Mata
Kuliah : Sistem Informasi Manajemen
Dosen : Adi Rahmat S.E., M.M.
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS LANCANG KUNING
TA. 2017/2018
KATA
PENGANTAR
Banyak nikmat yang Allah SWT
berikan, tetapi sedikit sekali yang kita ingat. Segala puji hanya layak untuk
Allah seru sekalian alam atas segala berkat, rahmat, taufik, serta hidayah-Nya
yang tiada terkira besarnya, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah dengan
judul ”Dasar-dasar Intelegensi Bisnis”.
Dalam penyusunannya, kami
memperoleh banyak informasi melalui berbagai media seperti buku dan internet,
oleh karena itu kami berpendapat bahwa semasih kita niat dan berusaha dalam
mencari ilmu niscaya kita akan diberikan kemudahan dalam meraihnya, amin.
Meskipun kami berharap isi dari
makalah ini bebas dari kekurangan dan kesalahan, namun selalu ada yang kurang.
Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar makalah
ini dapat lebih baik lagi.
Akhir kata kami berharap agar
makalah ini bermanfaat bagi semua pembaca.
Pekanbaru, Oktober 2017
Penulis,
DAFTAR ISI
Halaman
Sampul ............................................................................................................ 1
Kata Pengantar ............................................................................................... 2
Daftar Isi ......................................................................................................... 3
BAB 1 Pendahuluan ....................................................................................... 4
1.1 Latar Belakang .............................................................................. 4
1.2 Rumusan Masalah ......................................................................... 4
1.3 Manfaat dan Tujuan.........................................................................
5
BAB 2 Kasus dan
Penyelesaian ...................................................................... 6
Dasar-dasar Intelegensi Bisnis ............................................................. 6
BAB 3 Penutup .............................................................................................. 18
Kesimpulan..........................................................................................
18
Daftar Pustaka ................................................................................................ 19
BAB
1
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Dewasa ini penggunaan
Intelegensi Bisnis dalam suatu perusahaan adalah salah satu hal penting yang
harus dimiliki suatu perusahaan jika ingin mendapatkan keputusan strategis dari
permasalah atau sasaran bisnis yang ingin dicapai. Kemampuan teknologi
Intelegensi Bisnis (IB), yaitu untuk mengumpulkan, menyimpan,menganalisis dan
menyediakan akses ke data guna membantu pengguna mengambil keputusan secara
akurat. Hal tersebut dapat dicapai dengan melakukan berbagai aktivitas
diantaranya, sistem pendukung keputusan, query, reporting, Online Analytical
Processing (OLAP),analisa statistik, forecasting, dan data mining. Business
Intelligence report lahir untuk menjawab tantangan yang tidak bisa dipenuhi
oleh standard reporting, yaitu yang berkaitan dengan empat hal yaitu
accessibility, timeliness, format, data integrity. Sehingga dengan menggunakan
Business Intelligence, top level manager dapat terbantu dalam pembuatan report
untuk membantu mengambil keputusan dengan cepat dan lebih baik (Chaudhuri,
Dayal, Narasayya, 2011).
1.2
Rumusan masalah
1. Bagaimana Pengertian Sistem Intelijen
Bisnis ?
2. Bagaimana Sumber Informasi dan Unsur
Pokok Informasi Intelijen ?
3. Bagaimana Komponen Intelijen Bisnis ?
4. Bagaimana Aktifitas Bisnis Intelijen ?
5. Bagaimana Gudang Data (Data Warehouse) ?
6. Bagaimana Perbandingan dengan analitis
bisnis ?
7. Bagaimana Aplikasi dalam sebuah
perusahaan ?
8. Bagaimana Prioritas proyek ?
9. Bagaimana Faktor sukses dari
implementasi ?
10. Bagaimana Portal IB ?
1.3 Tujuan Penulisan
1. Mengetahui Pengertian Sistem Intelijen
Bisnis
2. Mengetahui Sumber Informasi dan
Unsur Pokok Informasi Intelijen
3. Mengetahui Komponen Intelijen
Bisnis
4. Mengetahui Aktifitas Bisnis
Intelijen
5. Mengetahui Bagaimana Gudang Data (Data
Warehouse)
6. Mengetahui Perbandingan dengan analitis
bisnis
7. Mengetahui Aplikasi dalam sebuah
perusahaan
8. Mengetahui Bagaimana Prioritas proyek
9. Mengetahui Faktor sukses dari
implementasi
10. Mengetahui Bagaimana Portal IB
BAB 2
PEMBAHASAN
DASAR-DASAR INTELEGENSI BISNIS
A.
Pengertian Sistem Intelijen Bisnis
Inteligensi
Bisnis (IB) adalah sekumpulan teknik dan alat untuk mentransformasi dari data
mentah menjadi informasi yang berguna dan bermakna untuk tujuan analisis
bisnis. Teknologi IB dapat menangani data yang tak terstruktur dalam jumlah
yang sangat besar untuk membantu mengidentifikasi, mengembangkan, dan selain
itu membuat kesempatan strategi bisnis yang baru. Tujuan dari IB yaitu untuk
memudahkan interpretasi dari jumlah data yang besar tersebut. Mengidentifikasi
kesempatan yang baru dan mengimplementasikan suatu strategi yang efektif
berdasarkan wawasan dapat menyediakan bisnis suatu keuntungan pasar yang
kompetitif dan stabilitas jangka panjang
Intelijen
bisnis sebenarnya merupakan pengolahan data yang khusus untuk informasi
bisnis. Intelijen bisnis mempunyai komponen berupa seperangkat teori ,
metodologi , proses , arsitektur , dan teknologi yang mampu mengubah data
mentah menjadi informasi yang bermakna dan berguna untuk tujuan bisnis
Sistem Intelijen Bisnis
adalah sistem yang didesain untuk menyediakan informasi-informasi aktual
mengenai peristiwa, tren teknologi, ekonomi, politik, hukum, demografi, sosial
budaya, dan yang paling penting adalah mengenai atmosfir kompetisi bisnis yang
sedang berlangsung.
Pengertian
Intelijen Bisnis Menurut Beberapa Ahli
1.
Menurut
Richard Coombs Intelijen Bisnis adalah sebuah alternatif terminologi bagi
Competitive Intelligence. Definisinya adalah kegiatan-kegiatan monitoring
lingkungan eksternal sebuah perusahaan untuk mendapatkan informasi yang relevan
bagi proses pembuatan kebijakan perusahaan tersebut. (Richard Coombs
,Competitive intelligence handbook. University Press ofAmerica, Bab I).
2.
Edward
David (2000) berpendapat bahwa evolusi Sistem Informasi Eksekutif dan DSS telah
berkembang menjadi konsep Business Intelligence (Intelejen Bisnis), yaitu
suatu cara untuk mengumpulkan, menyimpan, mengorganisasikan, membentuk ulang,
meringkas data serta menyediakan informasi, baik berupa data aktifitas bisnis
internal perusahaan, maupun data aktifitas bisnis eksternal perusahaan termasuk
aktifitas bisnis para pesaing yang mudah diakses serta dianalisis untuk
berbagai kegiatan manajemen.
Teknologi IB
menyediakan riwayat, pandangan sekarang dan prediksi dari operasi bisnis.
Fungsi-fungsi umum dari teknologi inteligensi bisnis adalah pelaporan,
pemrosesan analisis daring, analitis, penggalian data, penggalian proses,
pemrosesan kejadian kompleks, manajemen performansi bisnis, pengukuran,
penggalian teks, analitis prediktif dan analitis preskriptif.
IB dapat digunakan
untuk mendukung sejumlah besar keputusan bisnis mulai dari operasi sampai
strategis. Keputusan operasi termasuk penempatan dan harga produk. Keputusan
strategis termasuk prioritas, tujuan dan arah pada tingkat yang lebih luas.
Pada semua kasus, IB lebih efektif bila digabungkan dengan data yang didapat
dari pasar tempat perusahaan beroperasi (data eksternal) dengan data dari
sumber internal bisnis perusahaan seperti data operasi dan finansial (data
internal). Bila digabungkan, data eksternal dan internal bisa menyediakan
gambaran yang lebih lengkap, yang efeknya, menciptakan "inteligensi"
yang tidak dapat diturunkan dari kumpulan data tunggal manapun
Dengan Business
Intelligence, manajemen akan mendapatkan informasi yang berkualitas dari
kegiatan bisnisnya secara tepat waktu, akurat dan reliabel melalui saluran
komunikasi data, sehingga memudahkan pimpinan perusahaan dalam proses
pengambilan keputusan yang penting dan bersifat strategis, seperti tujuan
jangka panjang perusahaan, pengembangan perusahaan serta tujuan khusus yang
akan dicapai perusahaan, Semakin tinggi tingkat kompetisi antar perusahaan,
maka peranan Business Intelligence menjadi semakin penting.
B.
Sumber Informasi dan Unsur Pokok
Informasi Intelijen
1.
Sumber informasi intelijen :
a. Lembaga pemerintah.
b. Asosiasi perdagangan industri.
c. Perusahaan riset pasar swasta.
d. Media masa.
e. Kajian khusus yang dilakukan organisasi.
Informasi yang
diperoleh akan digunakan untuk memahami strategi pesaing, pergeseran halus
dalam selera konsumen.
2.
Unsur pokok dalam informasi intelijen :
a.
Profil
keperluan informasi dari manajer.
b.
Sistem
penggalian informasi manajemen.
c.
Sistem
pengkodean dan penyimpanan.
d.
Sistem
analisis data.
e.
Kajian
khusus.
f.
Sistem
pelaporan.
g.
Pedoman
penghapusan data.
Sistem intelijen dapat
memberikan banyak keuntungan bagi suatu perusahaan atau lembaga. Sekarang ini
tidak hanya perusahaan besar yang memiliki sistem intelijen banyak perusahaan
kecil yang juga mempunyai.
C.
Komponen Intelijen Bisnis
A.
Inteligensi Bisnis dibangun dari
sejumlah komponen termasuk :
a. Alokasi dan agregasi multidimensi.
b. Denormalisasi, penandaan dan
standarisasi.
c. Pelaporan seketika dengan peringatan
analitis.
d. Sebuah metode antarmuka terhadap sumber
data tak terstruktur.
e. Perkiraan konsolidasi grup, anggaran dan
perpindahan (pegawai).
f. Inferensi statistik dan simulasi
probabilitas.
g. Optimisasi kunci indikasi performansi.
h. Pengontrolan versi dan manajemen proses.
i.
Manajemen
item terbuka.
D.
Aktifitas Bisnis Intelijen
1.
Business Intelligence menyangkut
berbagai aktifitas diantaranya :
a.
Studi
perusahaan pesaing produk sejenis dan strategi memenangkan persaingan.
b.
Mengelola
informasi mengenai data statistik pelanggan potensial, area potensial, kondisi
ekonomi, sosial budaya dan politik lingkungan dunia usaha.
c.
Pengamatan
daerah operasi bisnis untuk kepentingan strategis perusahaan untuk
mengantisipasi perubahan lingkungan eksternal perusahaan.
d.
Analisa
Pasar mengenai jumlah dan area peredaran produk yang diminati oleh pelanggan,
ancaman dan peluang yang ada, masa depan produk, tendensi pasar dll.
Cliff Nelson (1997)
dari PT. Oracle Indonesia menjabarkan prinsip-prinsip Business
Intelligence dibangun berdasarkan karakteristik-karakteristik baru, yaitu :
a.
Keterbukaan
: Kemajuan konsep-konsep bisnis seperti E-Commerce,
E-Business atau E-Government, menuntut adanya peningkatan nilai
keterbukaan informasi, salah satunya disebabkan oleh pemanfaatanWorld Wide
Web (WWW) di dunia internet yang berdampak pada tuntutan bagi para
pimpinan perusahaan untuk senantiasa menyajikan dan sekaligus melindungi
kepemilikan informasi rahasia perusahaan, melalui aplikasi-aplikasi teknologi
yang tepat guna. Selain itu juga dapat membantu manajemen puncak untuk
menggunakan Business Intelligence dengan cara tak terbatas dalam
menjalankan manajemen bisnis sehari-hari. Hal ini didukung oleh pertumbuhan pelanggan
dan pengguna internet di Indonesia yang pada tahun 2003 diperkirakan mencapai
800.000 pelanggan dan 7.550.000 pengguna, dengan dukungan sekitar 135 ISP
(Internet Service Provider) – sumber : APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa
Internet Indonesia).
b.
Sensitivitas
Waktu : Dengan diimplementasikan konsep on-line
computing dilingkungan perusahaan untuk mendukung proses bisnisnya, maka
kebutuhan akan informasi menjadi bersifat peka waktu (time-sensitive). Seperti
inilah yang dituntut oleh seorang pimpinan perusahaan modern untuk
mengelola rangkaian entitas bisnis, karena eratnya relevansi waktu dengan
informasi operasional yang akurat dalam proses pengambilan keputusan bisnis.
c.
Ketepatan
: Dengan mengaplikasikan prinsip-prinsipBusiness Intelligence dalam
sebuah computer networkdiperlukan ketepatan data atau informasi, baik
yang bersumber dari internal maupun dari eksternal perusahaan, sehingga sangat
dimungkinkan suatu perusahaan benar-benar dengan mudah mengekstraksi informasi
secara on-line dengan tepat, seperti prakiraan penjualan,
logistik dan manajemen mata rantai suplai, tingkah laku dan kepuasan konsumen,
analisa biaya dan manajemen finansial, perencanaan sumberdaya manusia dan
pengembangan produk.
d.
Saling
Ketergantungan : Untuk benar-benar efisien dan terdepan dalam persaingan
bisnis, para pemimpin bisnis perlu untuk mengikuti perkembangan di sekitar
perusahaannya. Bukan hanya perkembangan yang terjadi di dalam perusahaan
sendiri, tetapi juga perkembangan di luar perusahaannya, termasuk di dalamnya mitra
bisnis, pelanggan dan pemasok. Dengan adanya tingkat ketergantungan tersebut,
manajemen puncak perlu menjaga mitra bisnis mereka dalam suatu extended
enterprise, yang selalu mengikuti segala gerakan-gerakan strategis yang
menentukan arah bisnis.
e.
Tipe Data
: Pandangan tradisional, bahwa informasi korporat kebanyakan berbasis teks
(text-based)merupakan pandangan yang sudah usang, karena kenyataan yang ada
saat ini pangkalan data atau Data Warehousing di suatu perusahaan
tidak dibatasi hanya berupa data tekstual, akan tetapi terdiri dari berbagai
tipe data dengan format yang berbeda, seperti video, audio, tekstual dan data
spasial. Hal ini tentu meningkatkan kekayaan informasi dari
manajemen informasi perusahaan dan sejalan dengan tuntutan dalamBusiness Intelligence,
karena keberadaannya telah memperluas batas-batas analisa dan presentasi data
untuk mendukung sistem informasi eksekutif, apalagi data multimedia tersebut
ditampilkan dengan berbasis internet. Oleh karena itu para
desainer Business Intelligence System perlu mewaspadai perkembangan
ini, agar Executive information layer dapat memanfaatkan beragam
tipe data tersebut dan menggunakannya untuk meyakinkan dalam proses pengambilan
keputusannya.
Business
Intelligence berguna pula untuk meninjau bagaimana informasi internal dan
informasi eksternal institusi atau perusahaan secara autentik, sehingga dapat
menggerakkan strategi-strategi bisnis, melaui proses pengambilan keputusan yang
handal, baik ketika melakukan perencanaan, pengorganisasian maupun pada tahap
implementasi dan pengendalian, sehingga institusi atau perusahaan mampu
memenangkan persaingan bisnisnya di era manajemen.
E.
Gudang Data (Data Warehouse)
Seringkali aplikasi IB
menggunakan data yang dikumpulkan dari suatu gudang data (GD) atau dari pasar
data, dan konsep dari IB dan GD terkadang digabungkan sebagai "IB/GD"
(atau "BI/DW") atau "IBGD". Suatu gudang data
mengandung salinan dari data analitis yang memfalisitasi pendukungan keputusan.
Namun, tidak semua layanan gudang data untuk inteligensi bisnis, tidak juga
semua aplikasi inteligensi bisnis membutuhkan sebuah gudang data.
Untuk membedakan antara
konsep dari inteligensi bisnis dan gudang data, Forrester Research
mendefinisikan inteligensi bisnis dengan satu atau dua cara :
1.
Menggunakan
definisi luas: "Inteligensi Bisnis adalah suatu kumpulan metodologi,
proses, arsitektur, dan teknologi yang mengubah data mentah menjadi informasi
yang bermakna dan berguna digunakan untuk mendapatkan strategi yang lebih
efektif dan taktis, dan wawasan operasional dan pengambilan-keputusan." Di
bawah definisi ini, inteligensi bisnis juga mengikutkan teknologi seperti
integrasi data, kualitas data, penggudangan data, manajemen data-master,
analitis konten dan teks, dan banyak lainnya yang terkadang pasar menyatukannya
ke segmen "Manajemen Informasi"".
Forrester
mendefinisikan pasar inteligensi-bisnis yang lebih kecil, mengacu hanya pada
lapisan paling atas dari susunan arsitektural IB seperti pelaporan, analitis
dan dasbor. Oleh karena itu, Forrester mengacu pada persiapan data dan
penggunaan data sebagai dua bagian yang terpisah tapi pada segmen yang
berkaitan dekat dari susunan arsitektur inteligensi-bisnis.
F. Perbandingan
Dengan Analitis Bisnis
Inteligensi bisnis dan
analitis bisnis terkadang digunakan bergantian, tapi ada definisi alternatif.
Salah satu definisi membedakan keduanya, menyatakan bahwa istilah inteligensi
bisnis mengacu pada mengoleksi data bisnis untuk menemukan informasi terutama
lewat mengajukan pertanyaan, laporan, dan proses analitis daring. Analitis
bisnis, di sisi lain, menggunakan alat statistik dan kuantitatif untuk
pemodelan yang prediktif dan bisa dijelaskan.
Dalam definisi
alternatif, Thomas Davenport, profesor manajemen dan teknologi informasi di
Babson College berargumen bahwa inteligensi bisnis seharusnya dibagi menjadi
querying, pelaporan, Pemrosesan analitis daring (Online analytical processing -
OLAP), sebuah alat "peringatan", dan analitis bisnis. Dalam definisi
ini, analitis bisnis adalah bagian dari IB yang berfokus pada statistik,
prediksi, dan optimisasi, bukan melaporkan fungsionalitas.
G.
Aplikasi Dalam Sebuah Perusahaan
Inteligensi bisnis bisa
diterapkan untuk tujuan bisnis berikut, dengan tujuan untuk mendapatkan nilai
bisnis.
1.
Perkiraan
- program yang membuat hirarki dari metrik performansi (lihat juga Model
Referensi Metrik) dan pengukuran yang menginformasikan pimpinan bisnis tentang
progres kearah tujuan bisnis (manajemen proses bisnis).
2.
Analitis
- program yang membuat proses kuantitatif supaya sebuah bisnis mencapai
keputusan yang optimal dan melakukan penemuan pengetahuan bisnis. Biasanya
mengikutkan: penggalian data, penggalian proses, analisis statistik, analitis
prediksi, pemodelan prediksi, pemodelan proses bisnis, silsilah data,
pemrosesan kejadian kompleks dan analitis preskriptif.
3.
Pelaporan/pelaporan
perusahaan - program yang membangun infrastruktur untuk laporan strategis untuk
melayani manajemen strategis dari suatu bisnis, bukan pelaporan operasional.
Seringkali mengikutkan visualisasi data, sistem informasi eksekutif dan OLAP.
4.
Kolaborasi/platform
kolaborasi - program yang membuat wilayah yang berbeda (baik dalam dan luar
bisnis) bekerja sama lewat berbagi data dan pertukaran data elektronik.
5.
Manajemen
pengetahuan - program yang membuat data perusahaan diarahkan oleh strategi dan
praktik untuk mengidentifikasi, membuat, merepresentasikan, menyalurkan, dan
mengadopsi wawasan dan pengalaman yang benar-benar berpengetahuan bisnis.
Manajemen pengetahuan mengarah ke manajemen pembelajaran dan penyesuaian
peraturan.
Sebagai tambahan dari
yang di atas, inteligensi bisnis bisa menyediakan pendekatan pro-aktif, seperti
fungsi peringatan yang secara langsung mengingatkan pengguna jika suatu kondisi
tertentu tercapai. Sebagai contohnya, jika suatu metrik bisnis melampaui batas
yang telah ditentukan, metrik tersebut akan diwarnai dalam laporan standar, dan
ahli analis bisnis diperingatkan lewat email atau layanan pengawasan lainnya.
Proses ini membutuhkan pengaturan data, yang seharusnya ditangani oleh ahlinya.
H.
Prioritas Proyek
Akan sangat sulit untuk
menyediakan kasus bisnis yang positif untuk inisiatif inteligensi bisnis, dan
terkadang proyek tersebut harus diprioritaskan lewat inisiatif strategis.
Proyek IB bisa mendapatkan prioritas tinggi dalam organisasi jika manajer
mempertimbangkan hal-hal berikut :
1.
Seperti
yang dijelaskan oleh Kimball manajer IB harus menentukan keuntungan yang jelas
seperti mengeliminasi biaya dari memproduksi laporan terdahulu.
2.
Akses
data untuk seluruh organisasi harus dipaksa. Dengan cara ini bahkan keuntungan
kecil, seperti hematnya waktu beberapa menit, membuat perbedaan jika dikalikan
dengan jumlah pekerja dalam seluruh organisasi.
3.
Seperti
yang dijelaskan oleh Ross, Weil dan Roberson untuk Arsitektur Perusahaan,
manajer harus mempertimbangkan untuk membiarkan proyek BI diarahkan oleh
inisiatif bisnis lainnya dengan kasus bisnis yang lebih bagus. Untuk mendukung
pendekatan ini, organisasi harus memiliki arsitektur bisnis yang dapat menentukan
proyek bisnis yang sesuai.
4.
Menggunakan
suatu metodologi yang terstruktur dan kuantitatif untuk menciptakan prioritas
yang dapat dipertahankan sejajar dengan kebutuhan sebenarnya dari organisasi,
seperti matriks keputusan berbobot.
I. Faktor
Sukses Dari Implementasi
Menurut Kimball dkk.,
ada tiga wilayah kritis yang mana organisasi harus miliki sebelum mulai
melakukan proyek IB
1.
Tingkat
komitmen dan dukungan proyek dari senior manajemen
Komitmen dan dukungan
dari senior manajemen menurut Kimball dkk., adalah kriteria yang paling penting
dalam penilaian. Hal ini dikarenakan memiliki manajemen yang mendukung kuat
membantu melewati permasalahan yang dihadapi dalam proyek. Namun, seperti yang
Kimball dkk. katakan: "Bahkan rancangan sistem GD/IB yang paling elegan
pun tidak dapat mengatasi minimnya dukungan [manajemen] bisnis".
B. Tingkat kebutuhan bisnis untuk
menciptakan sebuah implementasi IB
Karena keterkaitan yang
dekat dengan senior manajemen, hal penting yang harus diperhatikan sebelum
proyek dimulai adalah apakah ada kebutuhan bisnis dan apakah jelas keuntungan
bisnis dengan melakukan implementasi.Kebutuhan dan keuntungan dari implementasi
terkadang diarahkan oleh kompetisi dan keinginan untuk mendapatkan keuntungan
di pasar. Alasan lain untuk pendekatan berbasis-bisnis untuk implementasi IB
adalah akuisisi organisasi lain untuk memperbesar organisasi awal terkadang
menguntungkan untuk mengimplementasikan GD atau IB dengan tujuan untuk membuat
pengawasan yang lebih.
C. Jumlah dan kualitas dari data bisnis
yang ada.
Tanpa data yang cukup,
atau dengan kualitas data yang kecil, setiap implementasi IB akan gagal: tidak
penting seberapa bagus dukungan manajemen atau motivasi berbasis-bisnis.
Sebelum implementasi sebaiknya dilakukan pemrofilan data terlebih dahulu. Analisis
ini mengidentifikasi "isi, konsistensi dan struktur"dari data. Hal
ini sebaiknya dilakukan seawal mungkin dalam proses dan jika analis
memperlihatkan bahwa datanya kurang, tangguhkan proyek untuk sementara sambil
departemen IT memikirkan bagaimana mengumpulkan data secara benar.
J. Portal
IB
Sebuah portal
Inteligensi Bisnis (portal IB) adalah akses antarmuka utama untuk aplikasi
gudang data (GD) dan Inteligensi Bisnis (IB). Portal IB adalah impresi pertama
bagi pengguna dari sistem GD/IB. Biasanya berbentuk aplikasi peramban, di mana
pengguna memiliki akses ke semua layanan sistem GD/IB, laporan dan fungsi
analitis lainnya. Portal IB harus diimplementasikan supaya mudah digunakan bagi
pengguna aplikasi GD/IB untuk melakukan panggilan terhadap fungsionalitas dari
aplikasi.
Fungsi utama dari
portal IB adalah untuk menyediakan sebuah sistem navigasi dari aplikasi GD/IB.
Hal ini berarti portal harus diimplementasikan supaya pengguna memiliki akses
terhadap semua fungsi dari aplikasi GD/IB.
Cara paling umum untuk
merancang portal adalah dengan menyesuaikannya dengan proses bisnis dari
organisasi di mana aplikasi GD/IB dirancang, dengan cara tersebut portal dapat
disesuaikan dengan kebutuhan penggunannya
Portal IB harus mudah
digunakan dan dipahami, dan jika bisa memiliki tampilan yang sama dengan
aplikasi lainnya atau isi situs dari aplikasi organisasi GD/IB yang dirancang
(konsistensi).
PENUTUP
KESEIMPULAN
A. Inteligensi
Bisnis (IB) adalah sekumpulan teknik dan alat untuk mentransformasi dari data
mentah menjadi informasi yang berguna dan bermakna untuk tujuan analisis
bisnis.
B. Sistem
Intelijen Bisnis adalah sistem yang didesain untuk menyediakan
informasi-informasi aktual mengenai peristiwa, tren teknologi, ekonomi,
politik, hukum, demografi, sosial budaya, dan yang paling penting adalah
mengenai atmosfir kompetisi bisnis yang sedang berlangsung.
C. IB
dapat digunakan untuk mendukung sejumlah besar keputusan bisnis mulai dari
operasi sampai strategis. Keputusan operasi termasuk penempatan dan harga
produk. Keputusan strategis termasuk prioritas, tujuan dan arah pada tingkat
yang lebih luas.
D. Business
Intelligence berguna pula untuk meninjau bagaimana informasi internal dan
informasi eksternal institusi atau perusahaan secara autentik, sehingga dapat
menggerakkan strategi-strategi bisnis, melaui proses pengambilan keputusan yang
handal, baik ketika melakukan perencanaan, pengorganisasian maupun pada tahap
implementasi dan pengendalian, sehingga institusi atau perusahaan mampu
memenangkan persaingan bisnisnya di era manajemen

No comments:
Post a Comment