Saturday, May 26, 2018

MAKALAH E-COMMERCE

E-COMMERCE DALAM PEMANFAATAN SIM


1.      DEFINISI  E-COMMERCE
Perdagangan elektronik atau e-commerce adalah pengunaan jaringan komunikasi dari computer untuk melaksanakan proses bisnis. Perdagangan popular dari e-commerce adalah pengunaan internet dan computer dengan browser web  untuk membeli dan menjual produk. Meskipun pandangan ini tidak salah hanyalah merupakan bagian kecil dari e-commerce. Sebagian besar e-commerce terjadi antar bisnis, dan bukan antara bisnis dengan konsumen.
E-commerce bisnis ke konsumen ( business to consumer ) adalah perkembangna yang terakhir, dan tampaknya semua orang berselancar diinternet untuk membeli buku-buku dan musik. Penjualan bisnis ke konsumen sangat kecil jumlahnya jika dibandingkan dengan penjualan bisnis ke bisnis, namun hal itu masih mencerminkan satu peluang bagi pertumbuhan dan laba yang besar. Perusahaan harus memahami peranan yang dimainkan oleh Internet dan world wide web dalam memberikan infrastruktur yang dibutuhkan bagi keberadaan e-commerce.

A.      E-commerce Diluar Batas Perusahaan
Akan bermanfaat jika kita membedakan dua jenis e-commerce yang terjadi dengan entitas diluar batas perusahaan. E-commerce bisnis ke konsumen ( bisnis to consumer-B2C ) mengacu pada transaksi-transaksi yang terjadi antara sebuah bisnis dan konsumen akhir produk ; E-commerce bisnis ke konsumen ( bisnis to consumer-B2C ) mengacu pada transaksi antar bisnis dimana tidak ada pihak yang menjadi konsumen akhir. Sebagai contoh, dalam rantai distribusi dari produsen ke distributor ke toko eceran ke konsumen, seluruh transaksi dari satu entitas ke entitas lainnya adalah B2B sampai transaksi terjadi antara toko eceran dengan konsumen, yang menerapkan transaksi B2C.
Transaksi B2B melibatkan jumlah orang yang relatif sedikit, biasanya mereka yang berada didalam kelompok layanan informasi dari perusahaan yang terpengaruh. Orang-orang yang terlibat dalam transaksi B2B biasanya sangat terlatih dalam penggunaan system informasi dan mengenal proses bisnis yang terpengaruh oleh transaksi tersebut. Karena transaksi terjadi antar bisnis jumlah transaksi B2B dapat relatif kecil tetapi dengan nilai yang cukup tinggi. Satu transaksi antara sebuah produsen dengan distributor dapat menyangkut ribuan unit produk dan nilai jutaan dollar.
Konsumen mungkin tidak memiliki keahlian dalam bidang teknologi informasi, sehingga situs web harus memberikan instruksi dan bantuan. Jika konsumen berkomunikasi dengan bisnis melalui koneksi telepon yang lambat, jumlah gambar yang ditampilkan mungkin perlu dikurangai. Cara pembayaran perlu dibuat dalam system B2C ( system B2B pada umumnya mendapatkan informasi pembayaran dalam system yang terpisah dari system perdagangan elektronik ). Semua perbedaan ini digabungkan sehingga mensyaratkan situs B2C memiliki waktu download yang cepat, intruksi untuk navigasi situs, kereta belanja yang dapat diisi dan dikurangai sebelum pembelian acktual, dan metode untuk menyimpan profil pengguna ( alamat, nomor kartu kredit, dan semacamnya ). Situs-situs seperti WWW.1800FLOWERS.COM, WWW.HOMEDEPOT.COM, WWW.USPS.GOP ( Jasa Pos AS ) telah dikenal oleh banyak peninjau situs web sebagai situs yang dirancang dengan cukup baik untuk transaksi B2C.

 B.      Manfaat Manfaat Yang Diharapkan Dari E-Commerce
Perusahaan melaksanakan ­e-commerce untuk dapat mencapai perbaikan organisasi secara keseluruhan. Perbaikan-perbaikan ini diharapkan merupakan hasil dari tiga manfaat utama :
·         Perbaikan layanan pelanggan sebelum, selama, dan setelah penjualan
·         Perbaikan hubungan dengan pemasok dan komunitas keuangan
·         Peningkatan imbal hasil ekonomis atas pemegang saham dan investasi pemilik
Manfaat-manfaat diatas akan memberikan kontribusi pada stabilitas kenguangan perusahaan dan memungkinkannya bersaing dengan lebih baik dalam dunia bisnis yang semakin luar menerapkan teknologi computer. Ingat bahwa peningkatan laba tidak termasuk kedalam manfaat yang diharapkan dari e-commerce. Laba adalah hasil dari sebuah orgasnisasi yang mencapai tujuannya ; e-commerce adalah sarana pendukung yang kuat yang dapat membantu organisasi mencapai tujuannya.

C.      Kendala-Kendala E-Commerce
Pada survey tahun 1996, 60% perusahaan memberikan respon menunjukkan bahwa mereka belum mengimplementasikan e-commerce dan tidak memiliki rencana untuk melakukan nya dalam waktu tiga tahun kedepan. Bahkan pada tahun 2004, Departemen perdagangan AS melaporkan bahwa hanya 2,3% dari seluruh penjualan retail kwartal 4 dilakukan dalam bentuk e-commerce. Perusahaan yang telah mengimplementasikan system menggunakannya terutama untuk melakukan transaksi dengan pemasok dan pelanggan ( pada tingkat sekitar 90 % ), dan proses-proses utama yang berhubungan dengan pesanan pembelian, transfer pembayaran, dan faktur.
Ketika ditanyai mengenai alasan dari kehati-hatiannya, perusahaan menyebutkan 3 kendala dengan urutan sebagai berikut :
·         Biaya yang tinggi
·         Kekhawatiran akan masalah keamanan
·         Peranti lunak yang belum mapan atau belum tersedia
Masing-masing kendala diatas akan semakin tertantang seiring dengan semakin populernya teknologi dan system informasi. Biaya sumber daya komputasi pada akhirnya akan menurun seperti yang telah diuraikan, Hukum Moor meramalkan penggandaan kekuatan computer setiap 18 bulan. Dengan berlipatnya kekuatan setiap 18 bulan, biaya e-commerce juga akan turun.
Keamanan adalah satu masalah bagi transaksi B2B dan B2C. perusahaan pada umumnya menggunakan jaringan telekomunikasi yang aman yang dimonitor terus menerus untuk akses yang tidak terotorisasi. Jaringan jaringan ini telah terbuktisangat aman bagi perusahaan-perusahaan besar. Dengan teknologi enkripsi yang ada sekarang dan situs web yang terjalin kemanannya, terdapat sedikit alasan untuk mengkhawatirkan adanya akses yang tidak terotorisasi atas informasi pelanggan. Pelanggan akan memiliki kemungkinan lebih besar menyebarkan informasi yang sensitive seperti nomor kartu kredit, dari tempat sampah daripada dari informasi yang terkomputerisasi di Internet.

D.     Ruang Lingkup E-Commerce
E-commerce bersifat dinamis dan ruang lingkup pengaruhnya dapat berubah dalam waktu hanya beberapa bulan. E-commerce menyumbang hampir $ 1,7 triliun untuk aktifitas perekonomian di Amerika Serikat selama tahun 2003. E-Commerce telah mencapai tingkat pertumbuhan tahunan lebih dari 15 % setiap tahunnya selama lima tahun terakhir. tingkat pertumbuhan ini dapat mengalami perlambatan  pada waktu tertentu, tetapi kemungkinan akan akan terus berlanjut selama beberapa tahun mendatang. jumlah dampak perekonomian akan bervariasi dari satu industri ke industri yang lain, tetapi kurang lebih  94 % e-commerce adalah B2B,menyisahkan 6 % untuk B2C.
Lebih dari 21 % penjualan pabrik produksi AS ($ 843 miliar) pada tahun 2003 merupakan hasil dari e-commerce. Hampir 17% penjualan dari distributor ($ 730 miliar) adalah e-commerce. Persentase e-commerce yang dilakukan sektor perdagangan eceran berada dikisaran 2 %. Ini hanya karena jumlah dolar penjualan eceran yang tinggi, jika dibandingkan dengan segmen-segmen industri yang lain, dengan B2C menyumbangkan lebih dari $ 69 miliar untuk aktvitas perdagangan elektronik AS pada tahun 2004.
E-commerce memiliki arti penting khususnya bagi beberapa segmen tertentu perekonomian AS karena memang menyumbangkan persentase dolar penjualan dalam jumlah besar dalam segmen-segmen tersebut. Tabel 3.1 menunjukkan beberapa contoh yang menyoroti dampak e-commerce dalam bidang-bidang tertentu. Perhatikan kenaikan persentase penjualan e-commerce  sebagai bagian  dari total penjualan AS sejak tahun 2000 hingga tahun 2003. Perdagangan elektronik telah mencapai kematangan hingga ke titik di mana ia menjadi suatu  yang vital bagi perekonomian, dan arti pentingnya juga akan terus berkembang.

E.      Jalan Menuju  E-commerce
Ketika sebuah perusahaan merasa bahwa manfaat yang diharapkan lebih besar daripada biaya dan memutuskan untuk mengimplementasikan e-commerce, perusahaan tersebut menyadari bahwa implementasi yang akan dilakukan bisa jadi merupakan suatu pekerjaan yang besar. Rencana bisnis strategis akan membakukan komitmen untuk menggunakan e-commerce guna meraih keunggulan kompetitif. Perusahaan pertama-tama harus memperoleh kecerdasan bisnis ( business intelegence ) sehingga perusahaan tersebut akan dapat memahami peranan potensial yang akan dimainkan oleh masing-masing unsur lingkungan.

2.      STRATEGI E-COMMERCE DAN SISTEM INTEROGANISASIONAL
Masalah dalam menentukan strategi e-commerce yang terbaik memiliki beberapa kemungkinan solusi. Namun, strategi yang paling sering disebut-sebut adalah strategi dimana unsur-unsur yang ada dikaitkan dengan transmisi dan elektronik. Nama yang diberikan untuk strategi ini adalah system interoganisasional ( interoganizational system- IOS ). Istilah yang sering digunakan untuk IOS adalah EDI, yang merupakan singkatan dari electronic data interchange ( pertukaran data elektronik ). Kedua istilah diatas sering kali saling bertukar penggunaan, tetapi jika ditarik satu garis perbedaan EDI dianggap sebagai sub kumpulan dari suatu system interorganisasional. Pertukaran data elektornik adalah salah satu cara untuk mendapatkan suatu interoganisasional ekstranet, yang serupa dengan internet tetapi terbatas hanya untuk mitra-mitra bisnis yang terpilih dan terpercaya, dibeberapa organisasi mulai menggantikan EDI.

Manfaat IOS
           Sekutu dagang dapat memasuki suatu kerja sama  IOS dengan harapan akan dapat merealisasikan dua manfaat penting : efisiensi komparatif dan kekuatan penawaran.

EFISIENSI KOMPARATIF
           Dengan bergabung dengan IOS, para sekutu dagang dapat memproduksi barang dan jasa dengan tingkat efisiensi yang lebih tinggi dan, selanjutnya, memberikan barang dan jasa dengan biaya yang lebih rendah kepada para pelanggannya. Hal ini memberikan para sekutu didalam IOS keunggualan harga diatas para pesaingnya.
·         Efisiensi internal terdiri atas perbaikan dalam operasi-operasi perusahaan itu sendiri, sehingga kemungkinan perusahaan mengumpulkan  dan menganalisis data dengan cepat dan mengambil keputusan dengan cara yang lebih cepat lagi.
·         Efiiensi interoganisasional meliputi perbaikan-perbaikan yang diperoleh melalui kerja sama dengan perusahaan-perusahaan lain. Perbaikan ini memungkinkan perusahaan menawarkan produk dan jasa, melayani lebih banyak pelanggan, memindahkan pekerjaan-pekerjaan tertentu kepada pemasok dan pelanggan, dan mengumpulkan data lingkungan dengan lebih mudah.
KEKUATAN PENAWARAN kemampuan sebuah perusahaan untuk menyelesaikan perselisihan dengan para pemasok dan pelanggannya demi keuntungan perusahaan itu sendiri disebut kekuatan penawaran ( bargaining power ). Kekuatan ini diambil dari 3 area dasar :
·         Fitur-fitur produk yang unik. Hubungan-hubungan elektronik IOS memungkinkan perusahaan menawarkan pelayanan yang lebih baik kepada para pelanggannya dalam bentuk penempatan pemesanan yang lebih mudah, pengiriman yang lebih cepat, dan waktu respon yang lebih cepat dalam permintaan informasi.
·         Menurunkan biaya-biaya yang berhubungan dengan penelitian. Dengan tergabung dalam suatu IOS, perusahaan dapat menurunkan biaya ‘’ belanja’’ yang ditanggung oleh para pelanggannya dalam mencari pemasok, mengidentifikasikan produk-produk alternative, dan mendapatkan harga yang lebih murah.
·         Meningkatkan biaya perpindahan. IOS mencapai manfaat ini dengan memberikan para pelanggannya sumber daya informasi seperti perabti keras, peranti lunak, dan saluran komunikasi data yang akan harus diganti jika pelanggan membeli produk dari perusahaan lain.

LANGKAH E-COMMERCE BERIKUTNYA

Perdagangan bergerak
          Perdagangan bergerak ( mobile commerce atau m-commerce ) adalah penggunaan telephone seluler dan asisten digital pribadi ( personal digital assistant-PDA ) untuk melakukan commerce nirkabel.

Nirkabel Berkelas Bisnis di Semua Tempat
          Hot Spot Internet nirkabel cukup memadai untuk menggunakan web umum maupun pribadi, namun meriksa email disebuah kedai kopi starbuck adalah suatau cara yang kurang memadai bagi para professional bisnis. Hot spot biasanya diciptakan dengan menggunakan suatu koneksi kabel ( untuk kecepatan koneksinya yang tinggi ) dan kemudian di pancarkan melalui sebuah poin akses nirkabel atau suatu wilayah yang kurang lebih berjarak 100 Meter dari poin akses tersebut. Ketergantungan pada sambungan komunikasi kabel dan kecilnya cakupan jarak oleh suatu poin nirkabel menjadikan akses nirkabel secara terus menerus mustahil untuk dilakukan. Komunikasi nirkabel yang kecepatannya cukup memadai melalui penyedia jasa komunikasi yang sama dengan telepon seluler akan memungkinkan terciptanya komputasi nirkabel berkelas bisnis hampir disemua tempat.

Saturday, May 19, 2018

MAKALAH INTELEGENSI BISNIS


MAKALAH
DASAR-DASAR INTELEGENSI BISNIS

Disusun Oleh :
Andikha (1561201186)
Linsintia Widuri (1561201189)
Tria Aprilia (1561201016)

                                                               Mata Kuliah    : Sistem Informasi Manajemen
                                                               Dosen              : Adi Rahmat S.E., M.M.



FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS LANCANG KUNING
TA. 2017/2018



KATA PENGANTAR
Banyak nikmat yang Allah SWT berikan, tetapi sedikit sekali yang kita ingat. Segala puji hanya layak untuk Allah seru sekalian alam atas segala berkat, rahmat, taufik, serta hidayah-Nya yang tiada terkira besarnya, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah dengan judul ”Dasar-dasar Intelegensi Bisnis”.
Dalam penyusunannya, kami memperoleh banyak informasi melalui berbagai media seperti buku dan internet, oleh karena itu kami berpendapat bahwa semasih kita niat dan berusaha dalam mencari ilmu niscaya kita akan diberikan kemudahan dalam meraihnya, amin.
Meskipun kami berharap isi dari makalah ini bebas dari kekurangan dan kesalahan, namun selalu ada yang kurang. Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar makalah ini dapat lebih baik lagi.
Akhir kata kami berharap agar makalah ini bermanfaat bagi semua pembaca.
Pekanbaru, Oktober 2017
                                                                                                                                                                    Penulis,


DAFTAR ISI

                                                                                               Halaman

Sampul ............................................................................................................  1

Kata Pengantar ...............................................................................................  2

Daftar Isi .........................................................................................................  3

BAB 1 Pendahuluan .......................................................................................  4

1.1 Latar Belakang ..............................................................................  4

1.2 Rumusan Masalah .........................................................................  4

1.3 Manfaat dan Tujuan......................................................................... 5

BAB 2 Kasus dan Penyelesaian ......................................................................  6

Dasar-dasar Intelegensi Bisnis .............................................................  6

BAB 3 Penutup ..............................................................................................  18

Kesimpulan.......................................................................................... 18

Daftar Pustaka ................................................................................................  19


BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang

Dewasa ini penggunaan Intelegensi Bisnis dalam suatu perusahaan adalah salah satu hal penting yang harus dimiliki suatu perusahaan jika ingin mendapatkan keputusan strategis dari permasalah atau sasaran bisnis yang ingin dicapai. Kemampuan teknologi Intelegensi Bisnis (IB), yaitu untuk mengumpulkan, menyimpan,menganalisis dan menyediakan akses ke data guna membantu pengguna mengambil keputusan secara akurat. Hal tersebut dapat dicapai dengan melakukan berbagai aktivitas diantaranya, sistem pendukung keputusan, query, reporting, Online Analytical Processing (OLAP),analisa statistik, forecasting, dan data mining. Business Intelligence report lahir untuk menjawab tantangan yang tidak bisa dipenuhi oleh standard reporting, yaitu yang berkaitan dengan empat hal yaitu accessibility, timeliness, format, data integrity. Sehingga dengan menggunakan Business Intelligence, top level manager dapat terbantu dalam pembuatan report untuk membantu mengambil keputusan dengan cepat dan lebih baik (Chaudhuri, Dayal, Narasayya, 2011).

1.2  Rumusan masalah

1.      Bagaimana Pengertian Sistem Intelijen Bisnis ?
2.      Bagaimana Sumber Informasi dan Unsur Pokok Informasi Intelijen ?
3.      Bagaimana Komponen Intelijen Bisnis ?
4.      Bagaimana Aktifitas Bisnis Intelijen ?
5.      Bagaimana Gudang Data (Data Warehouse) ?
6.      Bagaimana Perbandingan dengan analitis bisnis ?
7.      Bagaimana Aplikasi dalam sebuah perusahaan ?
8.      Bagaimana Prioritas proyek ?
9.      Bagaimana Faktor sukses dari implementasi ?
10.  Bagaimana Portal IB ?

1.3  Tujuan Penulisan

1.      Mengetahui  Pengertian Sistem Intelijen Bisnis
2.      Mengetahui  Sumber Informasi dan Unsur Pokok Informasi Intelijen
3.      Mengetahui  Komponen Intelijen Bisnis
4.      Mengetahui  Aktifitas Bisnis Intelijen
5.      Mengetahui Bagaimana Gudang Data (Data Warehouse)
6.      Mengetahui Perbandingan dengan analitis bisnis
7.      Mengetahui  Aplikasi dalam sebuah perusahaan
8.      Mengetahui Bagaimana Prioritas proyek
9.      Mengetahui  Faktor sukses dari implementasi
10.  Mengetahui Bagaimana Portal IB


BAB 2
PEMBAHASAN
DASAR-DASAR INTELEGENSI BISNIS

A.    Pengertian Sistem Intelijen Bisnis

Inteligensi Bisnis (IB) adalah sekumpulan teknik dan alat untuk mentransformasi dari data mentah menjadi informasi yang berguna dan bermakna untuk tujuan analisis bisnis. Teknologi IB dapat menangani data yang tak terstruktur dalam jumlah yang sangat besar untuk membantu mengidentifikasi, mengembangkan, dan selain itu membuat kesempatan strategi bisnis yang baru. Tujuan dari IB yaitu untuk memudahkan interpretasi dari jumlah data yang besar tersebut. Mengidentifikasi kesempatan yang baru dan mengimplementasikan suatu strategi yang efektif berdasarkan wawasan dapat menyediakan bisnis suatu keuntungan pasar yang kompetitif dan stabilitas jangka panjang
Intelijen bisnis sebenarnya merupakan  pengolahan data yang khusus untuk informasi bisnis. Intelijen bisnis mempunyai komponen berupa seperangkat teori , metodologi , proses , arsitektur , dan teknologi yang mampu mengubah data mentah menjadi informasi yang bermakna dan berguna untuk tujuan bisnis
Sistem Intelijen Bisnis adalah sistem yang didesain untuk menyediakan informasi-informasi aktual mengenai peristiwa, tren teknologi, ekonomi, politik, hukum, demografi, sosial budaya, dan yang paling penting adalah mengenai atmosfir kompetisi bisnis yang sedang berlangsung.
  
Pengertian Intelijen Bisnis Menurut Beberapa Ahli

1.      Menurut Richard Coombs Intelijen Bisnis adalah sebuah alternatif terminologi bagi Competitive Intelligence. Definisinya adalah kegiatan-kegiatan monitoring lingkungan eksternal sebuah perusahaan untuk mendapatkan informasi yang relevan bagi proses pembuatan kebijakan perusahaan tersebut. (Richard Coombs ,Competitive intelligence handbook. University Press ofAmerica, Bab I).
2.      Edward David (2000) berpendapat bahwa evolusi Sistem Informasi Eksekutif dan DSS telah berkembang menjadi konsep Business Intelligence (Intelejen Bisnis), yaitu suatu cara untuk mengumpulkan, menyimpan, mengorganisasikan, membentuk ulang, meringkas data serta menyediakan informasi, baik berupa data aktifitas bisnis internal perusahaan, maupun data aktifitas bisnis eksternal perusahaan termasuk aktifitas bisnis para pesaing yang mudah diakses serta dianalisis untuk berbagai kegiatan manajemen.
Teknologi IB menyediakan riwayat, pandangan sekarang dan prediksi dari operasi bisnis. Fungsi-fungsi umum dari teknologi inteligensi bisnis adalah pelaporan, pemrosesan analisis daring, analitis, penggalian data, penggalian proses, pemrosesan kejadian kompleks, manajemen performansi bisnis, pengukuran, penggalian teks, analitis prediktif dan analitis preskriptif.
IB dapat digunakan untuk mendukung sejumlah besar keputusan bisnis mulai dari operasi sampai strategis. Keputusan operasi termasuk penempatan dan harga produk. Keputusan strategis termasuk prioritas, tujuan dan arah pada tingkat yang lebih luas. Pada semua kasus, IB lebih efektif bila digabungkan dengan data yang didapat dari pasar tempat perusahaan beroperasi (data eksternal) dengan data dari sumber internal bisnis perusahaan seperti data operasi dan finansial (data internal). Bila digabungkan, data eksternal dan internal bisa menyediakan gambaran yang lebih lengkap, yang efeknya, menciptakan "inteligensi" yang tidak dapat diturunkan dari kumpulan data tunggal manapun
Dengan Business Intelligence, manajemen akan mendapatkan informasi yang berkualitas dari kegiatan bisnisnya secara tepat waktu, akurat dan reliabel melalui saluran komunikasi data, sehingga memudahkan pimpinan perusahaan dalam proses pengambilan keputusan yang penting dan bersifat strategis, seperti tujuan jangka panjang perusahaan, pengembangan perusahaan serta tujuan khusus yang akan dicapai perusahaan, Semakin tinggi tingkat kompetisi antar perusahaan, maka peranan Business Intelligence menjadi semakin penting.

B.     Sumber Informasi dan Unsur Pokok Informasi Intelijen

1.      Sumber informasi intelijen :
a.       Lembaga pemerintah.
b.      Asosiasi perdagangan industri.
c.       Perusahaan riset pasar swasta.
d.      Media masa.
e.       Kajian khusus yang dilakukan organisasi.
Informasi yang diperoleh akan digunakan untuk memahami strategi pesaing, pergeseran halus dalam selera konsumen.

2.      Unsur pokok dalam informasi intelijen :
a.       Profil keperluan informasi dari manajer.
b.      Sistem penggalian informasi manajemen.
c.       Sistem pengkodean dan penyimpanan.
d.      Sistem analisis data.
e.       Kajian khusus.
f.       Sistem pelaporan.
g.      Pedoman penghapusan data.
Sistem intelijen dapat memberikan banyak keuntungan bagi suatu perusahaan atau lembaga. Sekarang ini tidak hanya perusahaan besar yang memiliki sistem intelijen banyak perusahaan kecil yang juga mempunyai.

C.    Komponen Intelijen Bisnis

A.    Inteligensi Bisnis dibangun dari sejumlah komponen termasuk :
a.       Alokasi dan agregasi multidimensi.
b.      Denormalisasi, penandaan dan standarisasi.
c.       Pelaporan seketika dengan peringatan analitis.
d.      Sebuah metode antarmuka terhadap sumber data tak terstruktur.
e.       Perkiraan konsolidasi grup, anggaran dan perpindahan (pegawai).
f.       Inferensi statistik dan simulasi probabilitas.
g.      Optimisasi kunci indikasi performansi.
h.      Pengontrolan versi dan manajemen proses.
i.        Manajemen item terbuka.

D.    Aktifitas Bisnis Intelijen

1.      Business Intelligence menyangkut berbagai aktifitas diantaranya :
a.       Studi perusahaan pesaing produk sejenis dan strategi memenangkan persaingan.
b.      Mengelola informasi mengenai data statistik pelanggan potensial, area potensial, kondisi ekonomi, sosial budaya dan politik lingkungan dunia usaha.
c.       Pengamatan daerah operasi bisnis untuk kepentingan strategis perusahaan untuk mengantisipasi perubahan lingkungan eksternal perusahaan.
d.      Analisa Pasar mengenai jumlah dan area peredaran produk yang diminati oleh pelanggan, ancaman dan peluang yang ada, masa depan produk, tendensi pasar dll.
Cliff Nelson (1997) dari PT. Oracle Indonesia menjabarkan prinsip-prinsip Business Intelligence dibangun berdasarkan karakteristik-karakteristik baru, yaitu :
a.       Keterbukaan : Kemajuan konsep-konsep bisnis seperti E-Commerce, E-Business atau E-Government, menuntut adanya peningkatan nilai keterbukaan informasi, salah satunya disebabkan oleh pemanfaatanWorld Wide Web (WWW) di dunia internet yang berdampak pada tuntutan bagi para pimpinan perusahaan untuk senantiasa menyajikan dan sekaligus melindungi kepemilikan informasi rahasia perusahaan, melalui aplikasi-aplikasi teknologi yang tepat guna. Selain itu juga dapat membantu manajemen puncak untuk menggunakan Business Intelligence dengan cara tak terbatas dalam menjalankan manajemen bisnis sehari-hari. Hal ini didukung oleh pertumbuhan pelanggan dan pengguna internet di Indonesia yang pada tahun 2003 diperkirakan mencapai 800.000 pelanggan dan 7.550.000 pengguna, dengan dukungan sekitar 135 ISP (Internet Service Provider) – sumber : APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia).
b.      Sensitivitas Waktu : Dengan diimplementasikan konsep on-line computing dilingkungan perusahaan untuk mendukung proses bisnisnya, maka kebutuhan akan informasi menjadi bersifat peka waktu (time-sensitive). Seperti inilah yang dituntut oleh seorang pimpinan  perusahaan modern untuk mengelola rangkaian entitas bisnis, karena eratnya relevansi waktu dengan informasi operasional yang akurat dalam proses pengambilan keputusan bisnis.
c.       Ketepatan : Dengan mengaplikasikan prinsip-prinsipBusiness Intelligence dalam sebuah computer networkdiperlukan ketepatan data atau informasi, baik yang bersumber dari internal maupun dari eksternal perusahaan, sehingga sangat dimungkinkan suatu perusahaan benar-benar dengan mudah mengekstraksi informasi secara  on-line dengan tepat, seperti  prakiraan penjualan, logistik dan manajemen mata rantai suplai, tingkah laku dan kepuasan konsumen, analisa biaya dan manajemen finansial, perencanaan sumberdaya manusia dan pengembangan produk.
d.      Saling Ketergantungan : Untuk benar-benar efisien dan terdepan dalam persaingan bisnis, para pemimpin bisnis perlu untuk mengikuti perkembangan di sekitar perusahaannya. Bukan hanya perkembangan yang terjadi di dalam perusahaan sendiri, tetapi juga perkembangan di luar perusahaannya, termasuk di dalamnya mitra bisnis, pelanggan dan pemasok. Dengan adanya tingkat ketergantungan tersebut, manajemen puncak perlu menjaga mitra bisnis mereka dalam suatu extended enterprise, yang selalu mengikuti segala gerakan-gerakan strategis yang menentukan arah bisnis.
e.       Tipe Data : Pandangan tradisional, bahwa informasi korporat kebanyakan berbasis teks (text-based)merupakan pandangan yang sudah usang, karena kenyataan yang ada saat ini pangkalan data atau Data Warehousing di suatu perusahaan tidak dibatasi hanya berupa data tekstual, akan tetapi terdiri dari berbagai tipe data dengan format yang berbeda, seperti video, audio, tekstual dan data spasial.    Hal ini tentu meningkatkan kekayaan informasi dari manajemen informasi perusahaan dan sejalan dengan tuntutan dalamBusiness Intelligence, karena keberadaannya telah memperluas batas-batas analisa dan presentasi data untuk mendukung sistem informasi eksekutif, apalagi data multimedia tersebut ditampilkan dengan berbasis internet. Oleh karena itu para desainer Business Intelligence System perlu mewaspadai perkembangan ini, agar Executive information layer dapat memanfaatkan beragam tipe data tersebut dan menggunakannya untuk meyakinkan dalam proses pengambilan keputusannya.
Business Intelligence berguna pula untuk meninjau bagaimana informasi internal dan informasi eksternal institusi atau perusahaan secara autentik, sehingga dapat menggerakkan strategi-strategi bisnis, melaui proses pengambilan keputusan yang handal, baik ketika melakukan perencanaan, pengorganisasian maupun pada tahap implementasi dan pengendalian,  sehingga institusi atau perusahaan mampu memenangkan persaingan bisnisnya di era manajemen.

E.     Gudang Data (Data Warehouse)

Seringkali aplikasi IB menggunakan data yang dikumpulkan dari suatu gudang data (GD) atau dari pasar data, dan konsep dari IB dan GD terkadang digabungkan sebagai "IB/GD" (atau "BI/DW")  atau "IBGD". Suatu gudang data mengandung salinan dari data analitis yang memfalisitasi pendukungan keputusan. Namun, tidak semua layanan gudang data untuk inteligensi bisnis, tidak juga semua aplikasi inteligensi bisnis membutuhkan sebuah gudang data.
Untuk membedakan antara konsep dari inteligensi bisnis dan gudang data, Forrester Research mendefinisikan inteligensi bisnis dengan satu atau dua cara :
1.      Menggunakan definisi luas: "Inteligensi Bisnis adalah suatu kumpulan metodologi, proses, arsitektur, dan teknologi yang mengubah data mentah menjadi informasi yang bermakna dan berguna digunakan untuk mendapatkan strategi yang lebih efektif dan taktis, dan wawasan operasional dan pengambilan-keputusan." Di bawah definisi ini, inteligensi bisnis juga mengikutkan teknologi seperti integrasi data, kualitas data, penggudangan data, manajemen data-master, analitis konten dan teks, dan banyak lainnya yang terkadang pasar menyatukannya ke segmen "Manajemen Informasi"".
Forrester mendefinisikan pasar inteligensi-bisnis yang lebih kecil, mengacu hanya pada lapisan paling atas dari susunan arsitektural IB seperti pelaporan, analitis dan dasbor. Oleh karena itu, Forrester mengacu pada persiapan data dan penggunaan data sebagai dua bagian yang terpisah tapi pada segmen yang berkaitan dekat dari susunan arsitektur inteligensi-bisnis.

F.     Perbandingan Dengan Analitis Bisnis

Inteligensi bisnis dan analitis bisnis terkadang digunakan bergantian, tapi ada definisi alternatif. Salah satu definisi membedakan keduanya, menyatakan bahwa istilah inteligensi bisnis mengacu pada mengoleksi data bisnis untuk menemukan informasi terutama lewat mengajukan pertanyaan, laporan, dan proses analitis daring. Analitis bisnis, di sisi lain, menggunakan alat statistik dan kuantitatif untuk pemodelan yang prediktif dan bisa dijelaskan.
Dalam definisi alternatif, Thomas Davenport, profesor manajemen dan teknologi informasi di Babson College berargumen bahwa inteligensi bisnis seharusnya dibagi menjadi querying, pelaporan, Pemrosesan analitis daring (Online analytical processing - OLAP), sebuah alat "peringatan", dan analitis bisnis. Dalam definisi ini, analitis bisnis adalah bagian dari IB yang berfokus pada statistik, prediksi, dan optimisasi, bukan melaporkan fungsionalitas.

G.    Aplikasi Dalam Sebuah Perusahaan

Inteligensi bisnis bisa diterapkan untuk tujuan bisnis berikut, dengan tujuan untuk mendapatkan nilai bisnis.
1.      Perkiraan - program yang membuat hirarki dari metrik performansi (lihat juga Model Referensi Metrik) dan pengukuran yang menginformasikan pimpinan bisnis tentang progres kearah tujuan bisnis (manajemen proses bisnis).
2.      Analitis - program yang membuat proses kuantitatif supaya sebuah bisnis mencapai keputusan yang optimal dan melakukan penemuan pengetahuan bisnis. Biasanya mengikutkan: penggalian data, penggalian proses, analisis statistik, analitis prediksi, pemodelan prediksi, pemodelan proses bisnis, silsilah data, pemrosesan kejadian kompleks dan analitis preskriptif.
3.      Pelaporan/pelaporan perusahaan - program yang membangun infrastruktur untuk laporan strategis untuk melayani manajemen strategis dari suatu bisnis, bukan pelaporan operasional. Seringkali mengikutkan visualisasi data, sistem informasi eksekutif dan OLAP.
4.      Kolaborasi/platform kolaborasi - program yang membuat wilayah yang berbeda (baik dalam dan luar bisnis) bekerja sama lewat berbagi data dan pertukaran data elektronik.
5.      Manajemen pengetahuan - program yang membuat data perusahaan diarahkan oleh strategi dan praktik untuk mengidentifikasi, membuat, merepresentasikan, menyalurkan, dan mengadopsi wawasan dan pengalaman yang benar-benar berpengetahuan bisnis. Manajemen pengetahuan mengarah ke manajemen pembelajaran dan penyesuaian peraturan.
Sebagai tambahan dari yang di atas, inteligensi bisnis bisa menyediakan pendekatan pro-aktif, seperti fungsi peringatan yang secara langsung mengingatkan pengguna jika suatu kondisi tertentu tercapai. Sebagai contohnya, jika suatu metrik bisnis melampaui batas yang telah ditentukan, metrik tersebut akan diwarnai dalam laporan standar, dan ahli analis bisnis diperingatkan lewat email atau layanan pengawasan lainnya. Proses ini membutuhkan pengaturan data, yang seharusnya ditangani oleh ahlinya.

H.    Prioritas Proyek

Akan sangat sulit untuk menyediakan kasus bisnis yang positif untuk inisiatif inteligensi bisnis, dan terkadang proyek tersebut harus diprioritaskan lewat inisiatif strategis. Proyek IB bisa mendapatkan prioritas tinggi dalam organisasi jika manajer mempertimbangkan hal-hal berikut :
1.      Seperti yang dijelaskan oleh Kimball manajer IB harus menentukan keuntungan yang jelas seperti mengeliminasi biaya dari memproduksi laporan terdahulu.
2.      Akses data untuk seluruh organisasi harus dipaksa. Dengan cara ini bahkan keuntungan kecil, seperti hematnya waktu beberapa menit, membuat perbedaan jika dikalikan dengan jumlah pekerja dalam seluruh organisasi.
3.      Seperti yang dijelaskan oleh Ross, Weil dan Roberson untuk Arsitektur Perusahaan, manajer harus mempertimbangkan untuk membiarkan proyek BI diarahkan oleh inisiatif bisnis lainnya dengan kasus bisnis yang lebih bagus. Untuk mendukung pendekatan ini, organisasi harus memiliki arsitektur bisnis yang dapat menentukan proyek bisnis yang sesuai.
4.      Menggunakan suatu metodologi yang terstruktur dan kuantitatif untuk menciptakan prioritas yang dapat dipertahankan sejajar dengan kebutuhan sebenarnya dari organisasi, seperti matriks keputusan berbobot.

I.       Faktor Sukses Dari Implementasi

Menurut Kimball dkk., ada tiga wilayah kritis yang mana organisasi harus miliki sebelum mulai melakukan proyek IB
1.      Tingkat komitmen dan dukungan proyek dari senior manajemen
Komitmen dan dukungan dari senior manajemen menurut Kimball dkk., adalah kriteria yang paling penting dalam penilaian. Hal ini dikarenakan memiliki manajemen yang mendukung kuat membantu melewati permasalahan yang dihadapi dalam proyek. Namun, seperti yang Kimball dkk. katakan: "Bahkan rancangan sistem GD/IB yang paling elegan pun tidak dapat mengatasi minimnya dukungan [manajemen] bisnis".
B.     Tingkat kebutuhan bisnis untuk menciptakan sebuah implementasi IB
Karena keterkaitan yang dekat dengan senior manajemen, hal penting yang harus diperhatikan sebelum proyek dimulai adalah apakah ada kebutuhan bisnis dan apakah jelas keuntungan bisnis dengan melakukan implementasi.Kebutuhan dan keuntungan dari implementasi terkadang diarahkan oleh kompetisi dan keinginan untuk mendapatkan keuntungan di pasar. Alasan lain untuk pendekatan berbasis-bisnis untuk implementasi IB adalah akuisisi organisasi lain untuk memperbesar organisasi awal terkadang menguntungkan untuk mengimplementasikan GD atau IB dengan tujuan untuk membuat pengawasan yang lebih.
C.    Jumlah dan kualitas dari data bisnis yang ada.
Tanpa data yang cukup, atau dengan kualitas data yang kecil, setiap implementasi IB akan gagal: tidak penting seberapa bagus dukungan manajemen atau motivasi berbasis-bisnis. Sebelum implementasi sebaiknya dilakukan pemrofilan data terlebih dahulu. Analisis ini mengidentifikasi "isi, konsistensi dan struktur"dari data. Hal ini sebaiknya dilakukan seawal mungkin dalam proses dan jika analis memperlihatkan bahwa datanya kurang, tangguhkan proyek untuk sementara sambil departemen IT memikirkan bagaimana mengumpulkan data secara benar.

J.      Portal IB

Sebuah portal Inteligensi Bisnis (portal IB) adalah akses antarmuka utama untuk aplikasi gudang data (GD) dan Inteligensi Bisnis (IB). Portal IB adalah impresi pertama bagi pengguna dari sistem GD/IB. Biasanya berbentuk aplikasi peramban, di mana pengguna memiliki akses ke semua layanan sistem GD/IB, laporan dan fungsi analitis lainnya. Portal IB harus diimplementasikan supaya mudah digunakan bagi pengguna aplikasi GD/IB untuk melakukan panggilan terhadap fungsionalitas dari aplikasi.
Fungsi utama dari portal IB adalah untuk menyediakan sebuah sistem navigasi dari aplikasi GD/IB. Hal ini berarti portal harus diimplementasikan supaya pengguna memiliki akses terhadap semua fungsi dari aplikasi GD/IB.
Cara paling umum untuk merancang portal adalah dengan menyesuaikannya dengan proses bisnis dari organisasi di mana aplikasi GD/IB dirancang, dengan cara tersebut portal dapat disesuaikan dengan kebutuhan penggunannya
Portal IB harus mudah digunakan dan dipahami, dan jika bisa memiliki tampilan yang sama dengan aplikasi lainnya atau isi situs dari aplikasi organisasi GD/IB yang dirancang (konsistensi).


 BAB  III
PENUTUP

KESEIMPULAN

A.    Inteligensi Bisnis (IB) adalah sekumpulan teknik dan alat untuk mentransformasi dari data mentah menjadi informasi yang berguna dan bermakna untuk tujuan analisis bisnis.
B.     Sistem Intelijen Bisnis adalah sistem yang didesain untuk menyediakan informasi-informasi aktual mengenai peristiwa, tren teknologi, ekonomi, politik, hukum, demografi, sosial budaya, dan yang paling penting adalah mengenai atmosfir kompetisi bisnis yang sedang berlangsung.
C.     IB dapat digunakan untuk mendukung sejumlah besar keputusan bisnis mulai dari operasi sampai strategis. Keputusan operasi termasuk penempatan dan harga produk. Keputusan strategis termasuk prioritas, tujuan dan arah pada tingkat yang lebih luas.
D.    Business Intelligence berguna pula untuk meninjau bagaimana informasi internal dan informasi eksternal institusi atau perusahaan secara autentik, sehingga dapat menggerakkan strategi-strategi bisnis, melaui proses pengambilan keputusan yang handal, baik ketika melakukan perencanaan, pengorganisasian maupun pada tahap implementasi dan pengendalian,  sehingga institusi atau perusahaan mampu memenangkan persaingan bisnisnya di era manajemen


 DAFTAR PUSTAKA